Stop TB untuk PMO
Apa itu TB?
- Tuberkulosis (TB) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh kuman TB (Mycobacterium Tuberculosis).
- Kuman TB terutama menyerang paru-paru tapi dapat juga menyerang anggota tubuh lainnya, antara lain seperti tulang, sendi, usus, kulit, kelenjar getah bening, selaput otak.
- TB bukan penyakit turunan, bukan disebabkan oleh kutukan dan bukan pula karena guna-guna.
- Pemeriksaan TB dilakukan melalui pemeriksaan dahak Sewaktu - Pagi - Sewaktu (SPS).
Pengobatan TB
- Setelah dinyatakan sakit TB, pasien diberi obat yang harus diminum secara teratur sampai tuntas selama 6 (enam) – 8 (delapan) bulan. Pengobatan yang lama ini dibutuhkan karena kuman TB lama matinya, tidak seperti kuman lain.
- Penyakit TB dapat menyebabkan kematian jika tidak diberi obat.
- Tahapan pengobatan:
- Tahap awal, diberi obat yang harus diminum setiap hari selama 2–3 bulan.
- Tahap lanjutan, diberikan obat yang harus diminum 3 kali seminggu selama 4–5 bulan.
- Selama masa pengobatan diperlukan pemeriksaan dahak pada:
- Akhir tahap awal (intensif) pengobatan (sesudah 2–3 bulan)
- 1 (satu) bulan sebelum masa pengobatan habis
- Akhir pengobatan
- Obat anti TB diberikan secara gratis dan dapat diperoleh di Puskesmas/Rumah Sakit (tanyakan pada petugas kesehatan setempat untuk informasi lebih lanjut).
Efek Samping Obat
Ada sebagian kecil pasien TB mengalami efek samping ringan setelah minum obat anti TB, misalnya:
- Hilang nafsu makan, mual, sakit perut
- Nyeri sendi
- Kesemutan sampai rasa terbakar di kaki
- Warna kemerahan pada air seni (urine)
Efek samping di atas adalah tidak berbahaya, jangan berhenti minum obat. Jika keadaan menjadi serius atau parah, maka segera minta pertolongan ke petugas kesehatan setempat atau dokter.
Tugas PMO
PMO singkatan dari Pengawasan Menelan Obat adalah seorang yang secara sukarela membantu pasien dalam masa pengobatan. PMO bertanggung jawab memastikan pasien TB meminum obat sesuai anjuran petugas kesehatan.
- Mengawasi pasien agar menelan obat secara teratur.
- Memberi dorongan kepada pasien agar minum obat sesuai jadwal.
- Pastikan obat tersebut benar.
- Mengingatkan pasien untuk memeriksa ulang dahak pada waktu yang telah ditentukan.
- PMO bisa menjadi sahabat pasien dengan mendengarkan keluhan sakit pasien.
- PMO dapat direkrut dari kader, petugas kesehatan, anggota keluarga, kerabat dekat, teman atau tetangga.