Sekilas Tentang Diabetes Melitus
Diabetes Melitus (DM)?
DM adalah suatu kelompok penyakit metabolik yang ditandai peningkatan kadar gula darah (glukosa) lebih dari normal. Peningkatan kadar glukosa lebih dari normal ini terjadi karena kelainan pengeluaran hormon insulin atau kelainan kerja hormon insulin atau karena kedua-duanya. (Definisi dari American Diabetes Association tahun 2003).
Klasifikasi dan Penyebab DM
Berdasarkan klasifikasi dan penyebabnya DM dibagi menjadi:
- DM tipe 1, disebabkan kerusakan pada sel penghasil hormon insulin (sel β pankreas). Kadar hormon insulin pada penderita sangat sedikit sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan tubuh untuk memasukkan glukosa ke dalam sel.
- DM tipe 2, disebabkan karena kerusakan sel-sel tubuh terhadap hormon insulin berkurang (resistensi insulin) dan pengeluaran hormon insulin oleh sel β pankreas berkurang secara relatif. Angka kejadian DM tipe 2 ini cukup besar. Penderita DM tipe 2 tidak mutlak memerlukan insulin dalam pengelolaannya.
- DM tipe lain, disebabkan berbagai faktor antara lain: kelainan genetik fungsi sel β pankreas, kelainan genetik kerja insulin, peradangan pankreas, penyakit hormonal lainnya, obat-obatan dan lain sebagainya.
Gejala dan Tanda DM
- Gejala dan tanda khas:
- Sering kencing
- Sering minum karena sering haus
- Sering makan karena sering lapar
- Berat badan menurun
- Gejala dan tanda tidak khas:
- Kesemutan
- Luka sulit sembuh
- Gatal-gatal pada kulit (biasanya karena jamur)
- Keputihan
- Penglihatan kabur
- Cepat lelah dan mengantuk
- Lemah syahwat
Faktor Resiko
Bila seseorang mempunyai faktor resiko DM, orang tersebut mudah / rentan mengidap DM. Semakin banyak faktor resiko DM yang dimiliki seseorang, semakin rentan orang tersebut mengidap DM.
Faktor-faktor resiko DM antara lain:
- Kebiasaan tidak aktif (jarang berolahraga)
- Usia lebih dari 45 tahun
- Riwayat DM pada keluarga
- Riwayat DM pada kehamilan
- Riwayat melahirkan bayi dengan berat badan ≥ 4 kg
- Riwayat mengidap kelainan gula darah puasa terganggu (gula darah puasa ≥ 100 mg/dl – 125 mg/dl) dan toleransi glukosa terganggu (gula darah 2 jam setelah tes toleransi glukosa ≥ 140 mg/dl – 199 mg/dl)
- Kadar lemak darah (terutama trigliserid) yang tinggi
- Menderita tekanan darah tinggi, penyakit jantung koroner, TBC paru, dan kelebihan hormon gondok
Yang Perlu Dilakukan Dalam Upaya Mencegah DM dan Komplikasinya:
- Kenali dan evaluasi apakah ada gejala dan tanda DM (khas maupun tidak khas) serta faktor risiko DM pada diri anda
- Lakukan pemeriksaan laboratorium (check up untuk mengetahui gambaran profil gula darah, maupun faktor-faktor risiko DM lainnya) ukur tekanan darah, rekam jantung, periksa kadar lemak darah, foto dada dan sebagainya