Macam-macam kontrasepsi
MACAM-MACAM KONTRASEPSI
KONDOM
- Apa kondom itu? Kondom adalah sarung karet yang terbuat dari karet tipis, digunakan pada penis pria untuk mencegah sperma bertemu dengan sel telur wanita sehingga tidak terjadi kehamilan.
- Bagaimana cara memakainya? Kondom dipasang pada alat kelamin laki-laki saat dalam keadaan tegang dan kemudian dilakukan hubungan kelamin.
- Keuntungannya Dapat dipakai sendiri, mudah didapat dan praktis. Mencegah PMS dan HIV/AIDS.
- Kelemahannya Kemungkinan alergi, bocor, sobek dan tumpah sehingga gagal mencegah kontrasepsi.
- Kondom bisa didapat di PKBD, Posyandu, TKBK, toko obat, klinik KB, Puskesmas.
PIL KB
- Adalah pil atau tablet yang berisi zat yang berupa untuk mencegah terlepasnya sel telur wanita dari indung telur.
- Ada berapa kemasan pil? Ada dua macam kemasan pil yakni kemasan dengan 21 dan dalam kemasan 28 tablet.
- Bagaimana cara meminumnya? Pil harus diminum oleh wanita setiap hari 1 tablet tidak boleh lupa. Pil dengan kemasan 21 tablet diminum hari ke-5 haid. Pil dengan kemasan 28 tablet diminum hari pertama haid.
- Apakah keuntungannya? Apabila diminum secara teratur dapat mencegah kehamilan secara pasti.
- Apakah kelemahannya?
- Apabila lupa diminum Dapat terjadi bercak perdarahan di luar haid
- Bertambah gemuk
- Pusing-pusing
- Muntah-muntah, dll.
Suntik KB
- Ada berapa macam obat suntik KB?
- Ada 2 macam yakni Depo Progestin & Cyclofem. Suntik KB adalah obat suntik yang berisi zat yang dapat mencegah lepasnya sel telur dari indung telur, mengentalkan lendir mulut rahim, serta menipiskan selaput lendir rahim sehingga calon janin tidak dapat tertanam.
- Bagaimana cara penggunaannya?
- Cara penggunaan Depo Progestin, disuntik tiap 3 bulan sekali. Cyclofem disuntik tiap 1 bulan dengan kelonggaran batas waktu suntik, bisa diberikan kurang atau lebih.
- Apakah keuntungannya? Praktis, efektif, aman dan cocok digunakan bagi ibu yang sedang menyusui karena tidak mempengaruhi produksi ASI.
- Apakah kelemahan penggunaan obat suntik? Terlambat haid, tidak mendapat haid, terjadi bercak perdarahan di luar haid, keputihan, jerawatan, perubahan berat badan, dll.
- Kapan obat suntik tidak dapat digunakan? Diduga hamil, keluarnya darah dari rahim yang tidak normal, keganasan penyakit jantung, hati, tekanan darah tinggi, kencing manis, dan penderita penyakit paru-paru berat.
- Kapan dapat dilakukan suntik KB? Pelayanan suntik dapat diperoleh pada waktu dilakukan safari KB, Posyandu, TKBK, klinik KB, Puskesmas, dokter, bidan praktek swasta dan rumah sakit.
Susuk KB
- Susuk KB adalah? Dua kapsul kecil, implan, berisi obat yang dipasang di bawah lengan atas bagian dalam untuk dipakai selama 3 tahun.
- Cara kerjanya? Secara tetap melepaskan sejumlah obat dari kapsul yang dapat mencegah lepasnya sel telur dari indung telur, mengentalkan lendir mulut rahim sehingga sperma tidak masuk ke dalam rahim, dan menipiskan selaput lendir rahim sehingga calon janin tidak dapat tertanam dalam rahim.
- Cara pemasangannya? Dengan memasukkan susuk KB di bawah kulit lengan wanita bagian atas oleh dokter dan bidan terlatih.
- Efek samping? Bisa tidak mendapat haid, mengeluarkan bercak-bercak darah, perdarahan di luar haid, berasa mual dan muntah, timbul jerawat, pusing kepala, berat badan bertambah, dll.
- Tidak boleh dilakukan bila: Diduga hamil, perdarahan ginekologi, tumor/keganasan, penyakit jantung, darah tinggi dan kencing manis.
IUD, Akdra atau Spiral
IUD adalah alat kontrasepsi yang ditempatkan dalam rahim wanita. Terbuat dari plastik khusus yang diberi benang pada ujungnya sebagai kontrol.
- Bentuk IUD Bentuk T dan dililit tembaga (copper T).
- Bagaimana cara kerja IUD tersebut? IUD mencegah pertemuan sel sperma dan sel telur wanita sehingga kehamilan dapat dicegah.
- Bagaimana cara penggunaannya? IUD dipasang pada rongga rahim wanita pada waktu haid atau wanita tidak hamil oleh seorang dokter, bidan atau tenaga kesehatan terlatih.
- Kapan pemeriksaan ulang dilakukan? Satu minggu setelah pemasangan, dan 1 bulan, 3 bulan, dan seterusnya setiap 6 bulan.
- Apakah keuntungannya penggunaan IUD? Praktis, ekonomis, aman dan mudah dikontrol.
- Apakah efek sampingnya? Adanya rasa nyeri dan mulas beberapa saat setelah pemasangan, bercak-bercak perdarahan, keputihan, nyeri saat haid.
- Kapan IUD tidak boleh digunakan? Diduga hamil, peradangan leher rahim, diduga kanker rahim.
- Dimanakah dapat dilakukan pemasangan IUD? Posyandu, klinik KB, Puskesmas, dokter/bidan praktek swasta dan rumah sakit.