Waspadalah dengan gejala gagal jantung kongestif berikut ini.

 

Kenali Gejala Gagal Jantung Kongestif (Emily Frost/Shutterstock)

Mantan ibu negara AS Barbara Bush meninggal dunia pada Selasa kemarin (17/4) akibat gagal jantung kongestif dan penyakit paru obstruktif kronis yang dideritanya beberapa tahun belakangan ini. Seperti dilansir everydayhealth.com, Barbara pernah menjalani operasi jantung pada tahun 1999 dan didiagnosis mengalami penyakit tiroid pada tahun 1988.

Gagal jantung kongestif merupakan suatu keadaan yang sangat serius. Gagal jantung bukan berarti jantung berhenti bekerja, melainkan kondisi jantung menjadi melemah. Meskipun tidak bisa disembuhkan sempurna, sebagian orang dengan gagal jantung kongestif dapat menjalani hidup normal jika menerapkan gaya hidup sehat dan konsumsi obat-obatan khusus gagal jantung.

 

Gagal jantung kongestif terjadi ketika otot jantung melemah sehingga tidak dapat memompa darah secara maksimal ke seluruh tubuh. Akibat kegagalan pompa jantung ini, tubuh tidak mendapatkan oksigen dan nutrisi yang cukup. Tubuh akan mencoba mengompensasi kondisi ini dengan menyempitkan pembuluh darah dan mengalirkan darah ke organ yang lebih membutuhkan seperti otak dan jantung.

Gagal jantung dapat disebabkan oleh banyak hal, seperti penyakit jantung koroner, serangan jantung, kerusakan otot jantung, tekanan darah tinggi, penyakit katup jantung, penyakit tiroid, ginjal, dan diabetes.

Gejala Gagal Jantung Kongestif

Setiap orang sebaiknya mengetahui gejala gagal jantung kongestif. Jika Anda didiagnosis gagal jantung kongestif, penting sekali untuk selalu mencatat keluhan dan melaporkan gejala baru ke dokter. Satu atau beberapa gejala di bawah ini dapat dirasakan oleh seseorang yang mengalami gagal jantung kongestif.

1. Sesak napas

Sesak napas terutama dirasakan saat beraktivitas, tapi dapat juga terjadi saat istirahat atau tidur. Orang dengan gagal jantung biasanya mengalami sesak napas ketika tidur dengan posisi telentang sehingga membutuhkan tambahan dua buah bantal di kepala untuk mengurangi keluhan.

2. Batuk kronis

Gejala batuk pada gagal jantung kongestif biasanya disertai dengan dahak berwarna putih bercampur darah atau berwarna merah muda. Pada gagal jantung dapat terjadi pula kebocoran cairan ke paru sehingga menyebabkan penumpukan cairan di paru-paru.

3. Bengkak

Pada gagal jantung, akibat aliran darah yang berkurang ke ginjal dapat menyebabkan penumpukan cairan. Alhasil timbullah gejala bengkak di mata kaki, kaki, perut, ataupun peningkatan berat badan.

4. Mudah lelah

Akibat ketidakmampuan jantung untuk memompa darah ke sel-sel tubuh, orang dengan gagal jantung cenderung mudah lelah hampir setiap saat.

5. Mual atau nafsu makan berkurang

Masih berhubungan dengan akibat penumpukan cairan di perut, hal ini bisa menyebabkan perut kembung sehingga menimbulkan keluhan mual dan nafsu makan berkurang.

6. Bingung atau sulit konsentrasi

Berkurangnya aliran darah ke otak dapat menimbulkan kebingungan atau sulit konsentrasi.

7. Detak jantung cepat

Keluhan seperti deg-degan, atau jantung seperti berlari kencang dapat dirasakan oleh penderita gagal jantung kongestif.

Selain menggunakan obat-obatan, perubahan gaya hidup memegang peranan penting pada penanganan gagal jantung kongestif. Beberapa hal yang disarankan untuk penderita gagal jantung, antara lain:

1. Batasi asupan garam, disarankan tidak melebihi 2000 mg sodium per hari. Sebagai patokan, 1 sendok teh garam setara dengan 2300 mg sodium.

2. Hindari alkohol.

3. Olahraga jenis aerobik dapat membantu meningkatkan kualitas hidup penderita gagal jantung. Lakukan olahraga dengan intensitas ringan-sedang seperti berjalan cepat selama 20 menit, minimal 3 kali per minggu.

4. Gagal jantung menyebabkan penumpukan cairan. Karena itu, perlu dibatasi asupan cairan harian tergantung berat penyakit.

5. Jaga berat badan agar tidak berlebih.

6. Berhenti merokok.

7. Hindari stres.

Gagal jantung kongestif merupakan penyakit jangka panjang. Meski demikian, kualitas hidup penderita dapat ditingkatkan dengan perubahan diet, aktivitas fisik, dan gaya hidup sehat lainnya. Dengan penanganan yang baik, orang dengan gagal jantung kongestif tetap dapat menjalani hidup secara normal. Jika Anda merasakan satu atau beberapa gejala gagal jantung di atas, segera periksakan diri ke dokter.